Bosan Tiket Konser Mahal, Festival d'ete de Quebec Jadi Solusi

Suasana kemeriahan panggung Festival d'été de Québec (FEQ) yang dipadati ribuan penonton.
Suasana kemeriahan panggung Festival d'été de Québec (FEQ) yang dipadati ribuan penonton.
Di tengah lesunya industri konser Amerika Serikat karena harga tiket yang melonjak, Festival d'été de Québec (FEQ) di Kanada hadir memberikan pengalaman festival musik yang ramah di kantong.

Musim konser musim panas 2026 di Amerika Serikat tampaknya sedang tidak baik-baik saja karena dilanda fenomena "blue dot fever". Banyak tur musisi papan atas yang terpaksa dibatalkan, sementara konser lainnya sepi peminat dan tidak laku terjual. Di tengah situasi lesu ini, Festival d"été de Québec (FEQ) di Kanada justru sukses besar dan berhasil memberikan pengalaman festival musik yang dinilai sangat tepat.

Bukan rahasia lagi, tingginya harga tiket menjadi biang kerok utama sepinya konser di AS tahun ini. Berdasarkan studi dari Pollstar, rata-rata harga tiket untuk 100 tur dunia teratas melonjak drastis hingga 37,2 persen dalam rentang waktu antara tahun 2019 dan 2025. Sontak saja, para pencinta musik mulai berpikir dua kali untuk merogoh kocek terlalu dalam demi menonton musisi favorit mereka.

Namun, FEQ hadir bak oase di tengah padang pasir bagi para penikmat musik yang haus akan hiburan panggung live. Festival tahunan yang digelar di Quebec, Kanada ini menawarkan alternatif yang jauh lebih ramah di kantong tanpa menurunkan kualitas keseruan acara. Penonton disuguhkan atmosfer festival yang meriah dengan jajaran penampil yang tidak kalah mentereng.

Banyak pihak menilai keberhasilan FEQ tahun ini membuktikan bahwa pencinta musik sebenarnya masih sangat antusias untuk datang ke festival. Mereka hanya butuh promotor yang mampu mengemas acara dengan harga masuk yang masuk akal. Gebrakan FEQ ini pun diharapkan bisa menjadi contoh bagi industri musik global agar tidak melulu menaikkan harga tiket.